Minggu, 03 November 2019

Kenal Toxic Positivity, Penyemangat yang Malah Buat Mental Ambyar

Awalnya kita kenal arti toxic people atau toxic relationship. Sekarang ada arti yang disebutkan toxic positivity yang tengah banyak dibicarakan oleh netizen di sosial media. Apa sebetulnya yang disebut toxic positivity?



Psikolog klinis dari Personal Growth Veronica Adesla menjelaskan jika arti toxic positivity memvisualisasikan beberapa kata serta dorongan supaya orang lain berpikir positif yang malah berdapak jelek pada seorang yang dikatakan itu.

Beberapa kata positif itu dapat berefek jelek karena pengutaraan yang tidak memerhatikan kondisi keadaan serta ciri-ciri kepribadian orang yang dikatakan.

"Pada kondisi keadaan dimana orang itu baru alami satu permasalahan besar baginya serta atau sedang menceritakan untuk mengutarakan ekspresi emosinya, (kita) menyikapi ceritanya dengan menjelaskan: 'berpikir positif ajalah!', 'ambil hikmahnya...', 'udah lah biasa saja kali!', 'ga perlu begitu dipikirin', 'ga perlu dipusingin', 'lu bayangin lah ada orang lain yang lebih sulit (punyai permasalahan lebih berat) tahu!', 'lu tuch mustinya mengucapkan syukur.

Menyikapi curahan hati orang lain dengan menjelaskan untuk berpikir positif atau memperbandingkannya dengan masalah orang lain yang lebih berat malah akan jadi memperburuk kesejahteraan psikologis orang itu.

Atau menanggapinya dengan menjelaskan kepadanya untuk mengucapkan syukur atas kondisi keadaannya dapat juga berefek negatif. Jadi, hati-hatilah dalam menyikapi narasi orang lain.

0 komentar:

Posting Komentar