Senin, 07 Oktober 2019

Obat Maag Ranitidin: Ketentuan Penggunaan serta Dampaknya

Obat maag ranitidin biasa digunakan untuk menangani permasalahan asam lambung. Obat di jual pada harga dapat dijangkau umumnya sampai dosis 150 mg berbentuk tablet, pil, sirup sampai injeksi.



Diambil dari Pusat Info Obat Nasional (PIO NAS), Tubuh Pengawas Obat serta Makanan (BPOM), obat maag ranitidin dapat diberi pada beberapa anak sampai orang dewasa. Obat disebutkan bisa menolong keadaan seperti tukak lambung, refluks esofagitis, dispepsia akut, serta tukak duodenum.

Obat kerja jadi antagonis reseptor H2 sama dengan famotidine, simetidine, serta nizatidine. H2 ialah senyawa histamin 2 yang bertindak merangsang serta melepas zat asam pada lambung.

Sepanjang memakai obat maag ranitidin dianjurkan supaya menjauhi makanan tersendiri yang bisa jadi parah tanda-tanda penyakit seperti makanan pedas, asam, serta begitu panas. Jauhi rutinitas merokok sebab salah satunya dampaknya bisa menyebabkan radang lambung.

Ketentuan Gunakan:

1. Tukak lambung pada dewasa

Obat maag ranitidin dapat diberi dengan oral untuk menangani permasalahan tukak peptik serta duodenum mudah. Beri obat ranitidine 150 mg 2 kali satu hari atau 300 mg sekali saat malam hari sepanjang 4-8 minggu.

2. Tukak lambung pada anak

Pada beberapa anak obat maag ranitidin dapat diberi dengan catatan sesuai dengan berat badannya. "2-4 mg/kg bb 2 kali satu hari, optimal 300 mg satu hari" catat PIO NAS BPOM.

3. GERD

Untuk menangani permasalahan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), obat maag ranitidin diberi dengan dosis 150 mg 2x satu hari atau 300 mg sebelum tidur malam sepanjang 8 minggu. Jika permasalahannya berat obat maag ranitidin 150 mg dapat diberi sampai 4 dosis dalam satu hari sepanjang 12 minggu.

4. Pemberian lewat infus intravena atau injeksi

Obat maag ranitidin umumnya diberi berbentuk infus atau injeksi di sarana kesehatan untuk pasien yang tidak dapat atau kesusahan menelan. Berbentuk injeksi obat maag ranitidin dapat diberi dengan dosis 50 mg tiap 6-8 jam sesaat obat maag ranitidin infus intravena diberi dengan dosis 25mg/jam yang bisa diulangi tiap 6-8 jam.

Resikonya:

Mengonsumsi obat maag ranitidin diadukan dapat memunculkan beberapa resikonya. Salah satunya seperti tingkatkan detak jantung (takikardi), agitasi, masalah pandangan, kerontokan rambut (alopesia), serta penyakit ginjal nefritis interstisial.

Untuk masalah takikardi serta nefritis interstisial PIO NAS BPOM mengutamakan kedua-duanya ialah resikonya yang langka.

Masalah terbaru:

Berkaitan pemakaian obat maag ranitidin, akhir-akhir ini BPOM keluarkan launching penarikan produk sebab cemas tercemar N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang punya potensi menyebabkan kanker. Studi global putuskan nilai ujung batas cemaran NDMA yang dibolehkan ialah 96 ng/hari (acceptable daily intake).

Sekitar 1 produk telah diperintah untuk ditarik serta 4 produk yang lain dengan suka-rela ditarik oleh produsen.

Produk yang diperintah untuk ditarik yakni Ranitidine berupa cairan injeksi 25 mg/mL keluaran PT Phapros tbk. Sedang, yang suka-rela ditarik produsen yakni Zantac cairan injeksi 25 mg/mL keluaran PT Glaxo Wellcome Indonesia, Rinadin sirup 75 mg/5mL keluaran PT Global Multi Pharmalab, Indoran cairan injeksi 25 mg/mL keluaran PT Indofarma, serta Ranitidine cairan injeksi 25 mg/mL keluaran PT Indofarma.

"Berdasar nilai ujung batas cemaran NDMA yang dibolehkan, Tubuh POM memerintah pada Industri Farmasi pemegang izin edar produk itu untuk lakukan pemberhentian produksi serta distribusi dan lakukan penarikan kembali (recall) semua bets produk dari peredaran.

Lantas bagaimana bila Anda terlanjur merasakan pas dengan produk obat maag ranitidin yang telah ditarik oleh BPOM?

Pakar pencernaan yang guru besar Fakultas Kedokteran Kampus Indonesia (FKUI), dr Ari Fahrial Syam merekomendasikan pemakai untuk konsultasi ke dokter buat cari obat alternatif.

"Saya merekomendasikan untuk pemakai ranitidin konsultasi ke dokter untuk cari alternatif. Sebab obat alternatif ranitidin jadi obat penekan produksi asam lambung ada banyak contoh obat penghalang pompa proton seperti omeprazole dan sebagainya.

0 komentar:

Posting Komentar