Sabtu, 01 April 2017

Jangan Tinggalkan Anakmu Dengan Pengasuhmu Dirumah, Hanya Demi Mengejar Karirmu

http://impianwanita2.blogspot.co.id/

Seorang Bekas Biarawati yang saat ini sudah menjadi muallaf Yakni Ustadzah Irena Handono mengingatkan pada para Muslimah terutama para Ibu rumah-tangga untuk memberi perhatian khusus dalam mendidik anak, karena di jaman seperti ini diperlukan ekstra pengawalan yang ketat dalam mendidik anak-anak. Ekstrimnya, bila perlu dari tidur sampai bangun tidur kita memantaunya. Dikarenakan anak adalah investasi dunia dan akhirat.

“Ibu banyak meninggalkan pekerjaan utamanya mengurus anak. Misalnya mempunyai pakaian bagus, namun pakaian itu diletakkan di lemari pembantu, bagaimana perasaannya ? Pasti bunda tak ikhlas, bukan? ” tutur Ustadzah Irena dalam satu kajian “Wahai Bunda Didiklah Saya dalam Islam” yang dibawakan oleh Pengasuh Majlis Ta’lim Al-Muhtadin serta Komunitas Komunikasi Instansi Pembina Muallaf.

Keadaan saat ini menurut Ustadzah Irena banyak para ibu jauh untuk anak, bahkan juga seolah - olah “tidak ada”, untuk mengurus anak saja seorang ibu saat ini telah membutuhkan baby sitter.

Eks biarawati keturunan Thionghoa ini menitipkan pesan moral kepada para para ibu perihal mendidik anak. Ia menganalogikan seorang anak seperti gaun yang begitu mahal serta harus dijaga super ketat.

“Mahal mana, gaun dengan putra serta putri kita yang dipercaya kan oleh baby sitter ? Anak jangan sampai dititipkan oleh orang yang ‘tidak terpelajar” Bertanya Ustadzah Irene.
 
Ustadzah Irena Handono mengatakan amanah orang-tua didalam al-Qur’an.
”Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu serta keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya merupakan manusia dan batu ; penjaganya malaikat-malaikat kasar, serta keras, yang tidak durhaka pada Allah SWT pada apa yang Dia perintahkan pada mereka serta senantiasa melaksanakan apa yang diperintahkan, ” (At-Tahrim : 6).

Oleh Karenanya, beberapa orang-tua dianjurkan memperhatikan ayat ini supaya selalu termotivasi jauh dari neraka. Sebab pengikisan agama berlangsung secara perlahan-lahan karena dampak budaya serta pola fikir.

Anak-anak harus dijauhkan dari pergaulan yang bukan dari ajaran Islam, orangtua harus diberitahu dengan cara memberi keteladanan.

Harus disadarkan bawah orangtua yang “meninggalkan” anaknya dirumah dengan alasan bekerja adalah tidak benar serta resikonya tidak kecil untuk rumah tangga.

Salah bila wanita bekerja di kantor atau pabrik. Sebab Ibu Rumah tangga itu pekerjaan mulia serta pendidikan yang paling utama.

0 komentar:

Posting Komentar